Masukan Kata kunci

Kamis, 21 Oktober 2010

MENCATAT kunci SUKSES yang sering DIREMEHKAN

Dalam acara “Asma Nadia Writing Workshop” tgl 10-10-10 saya baru tahu, dengar dari salah satu peserta, bahwa dalam kitab “Ta’lim Muta’alim” yang menjadi kitab utama dalam pesantren-pesantren NU, kita dianjurkan untuk selalu membawa pena dan kertas karena kedua alat itu adalah kunci ilmu. Kalau kita mendapatkan ilmu atau ide hendaknya langsung dicatat.

Ternyata rajin membawa catatan dan pulpen sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita seorang penulis rajin mencatat akan menjaga agar ide tidak hilang dan ide adalah rizki datangnya dari arah yang tak terduga.

Itulah yang dilakukan oleh D.S Moeljanto seorang aktivis Manifes Kebudayaan tahun 1960-an. Ia mempunyai kebiasaan rajin mencatat dan meng-kliping berita-berita.
Di kemudian hari (tahun 1990-an) ketika kompetitor nya yaitu orang-orang ex Lembaga Kebudayaan Rakyat dan orang-orang ex Lembaga Kebudayaan Nasional (kubu Realisme Sosialis) mengeluarkan buku-buku yang menyudutkan Manifes Kebudayaan, catatan-catatan itu berguna.

Moeljanto bersama Taufiq Ismail mengeluarkan buku ‘Prahara Budaya’ sebagai counter attack terhadap competitor Manifes Kebudayaan yaitu Realisme Sosialis.
Sejarah Sastra Indonesia pun makin kaya karena semakmin banyak sumber dan tidak timpang.

Franklin Delano Roosevelt juga mempunyai kebiasaan rajin mencatat. Ternyata bermodalkan catatan-catatan masa lalunya ia bisa merumuskan Undang-Undang yang penuh gebrakan. Baik ketika ia menjabat sebagai Gubernur New York maupun sebagai Presiden Amerika Serikat. Ia berhasil mengeluarkan Amerika Serikat dari Resesi Ekonomi tahun 1930 dan berhasil membawa Amerika Serikat memenangkan Perang Dunia Kedua. Iapun disebut-sebuat sebagai salah satu Presiden tersukses Amerika. Ia juga menjadi satu-satunya Presiden AS yang terpilih lebih dari 2 periode.

Semuanya berawal dari kebiasaan rajin mencatat, sebuah pekerjaan yang diremehkan banyak orang ternyata menjadi kunci sukses.

Sekarang kita mudah sekali mencatat. Bisa di handphone, facebook, mailing list, blog, multiply, laptop, computer.
Tapi jangan lupa untuk selalu punya back up print out untuk jaga-jaga.
PENTAGON, Departemen Pertahanan Amerika yang punya banyak sekali ahli komputer untuk melawan hacker tetap mempunyai print out untuk setiap dokumennya.

Karena itu jangan remehkan kekuatan sebuah catatan.
Maukah kita mulai dari sekarang?

by : AGUNG PRIBADI

http://on.fb.me/aRhgGl

Cinta ALLAH adalah fitrah insan

  Hati yang hidup ialah hati yang mencintai Allah. Sesiapa yang mencintai Allah, dia mencintai Islam kerana kehidupan Islam ialah kehidupan yang ditunjuki oleh Allah. Barangsiapa mencintai kehidupan Islam maka dia mencintai kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabat radiaLlahu anhum. Kehidupan mereka merupakan tafsiran ajaran Islam secara praktikal. Mereka merupakan lelaki-lelaki atau perempuan-perempuan sejati yang pernah dilahirkan di dunia ini. Mereka juga adalah generasi yang membangunkan dunia dengan kecintaan kepada Allah SWT dan membawa kebahagaian kepada kehidupan manusia dan alam.Apabila kita menyebut tentang cinta Allah, ianya mestilah bertempat di hati sebab hati dicipta untuk merasai dzauqi atau kelazatan menghayatinya. Hati juga tempat makrifat, tempat iman, tempat rindu.

Hati ini dikategorikan oleh Ulama Sufi kepada 4 peringkat, iaitu :1. Hati yang lalai kepada Allah.2. Hati yang ingat kepada Allah.3. Hati yang asyik dengan Allah.4. Hati yang makrifat kepada Allah.


Pada hari ini, kebanyakan ulama, para pendakwah atau orang awam memiliki hati yang berada pada tahap pertama, iaitu hati yang lalai dengan Allah SWT. Ini dapat dilihat dalam kehidupan mereka yang tidak menunjukkan mereka cinta kepada Allah, bersungguh dalam ibadah dan mujahadah serta sentiasa memelihara diri daripada perkara-perkara yang haram, syubhah dan makruh. Mereka juga tidak berhati-hati dalam perkataan, penglihatan serta pendengaran yang akibatnya hati mereka bertambah keras dan rosak.Berapa ramai ulama yang bercakap tentang takut kepada Allah tetapi sanggup menyembunyikan kebenaran kerana takutkan manusia. Mereka juga dunukilkan oleh Allah sebagai orang yang menjual ayat-ayat Allah untuk kepentingan duniawi. Ada juga di kalangan para daei yang bercakap tentang ayat-ayat Allah tetapi kadang mereka “menjual” ayat-ayat Allah demi mendapatkan keuntungan, kemasyhuran, pengikut yang ramai serta pujian dari manusia lain. Mereka sebenarnya orang-orang yang mati hatinya daripada perasaan cintakan Allah. Manakala orang awam, kehidupan mereka dibelenggu oleh kesibukan mencari harta, pangkat dan mencintai kaum keluarga diatas hawa nafsu sehingga melalaikan mereka daripada Allah SWT.Manusia wajib mencintai Allah. Ia adalah perkara fitrah kerana asal roh manusia datang dari Allah. Ketika di alam arwah, manusia telah mengaku bahawa Allah adalah tuhan mereka dan tiada yang lain dalam cintanya, zikirnya, ingatannya, pujaannya, semuanya adalah untuk Allah SWT semata-mata. Mereka sudah berilmu dan mengenal Allah dengan pengenalan yang hakiki. Apabila manusia itu lari dari fitrah dan tidak menghalakan roh dan hati mereka untuk mencintai Allah, mereka sebenarnya meronta-ronta untuk kembali kepada Allah, untuk mengenal Allah, mencintai Allah atau Rabbnya kerana itulah fitrahnya.Namun kehidupan dunia yang hanya membawa halangan dan rintangan kepada diri seseorang untuk terbang ke hadrat Ilahi telah menyebabkannya menderita kerana mencintai dunia yang bukan fitrahnya.

Ketahuilah, sesiapa yang cuba menentang fitrah dengan tidak mencintai Allah, sebaliknya mencintai dunia atau yang lain, ia akan menderita.Ramai manusia yang mempunyai atau memiliki kekayaan tetapi sedikit yang memiliki kebahagiaan. Kebahagiaan itu hanyalah apabila roh atau hati kembali kepada Allah. Ibarat seekor ikan yang dilepaskan kembali ke lautan atau nseekor burung yang tinggal di dalam sangkar emas kemudian dibukakan sangkar hingga ia kembali mendapat kebebasan. Walaupun tinggal di dalam sangkar emas, hakikatnya burung itu tidak mendapat kebebasan. Begitu juga dengan roh. Jangan biarkan roh kamu terkurung di dalam sangkar emas (dunia dan hawa nafsu), walaupun ia kelihatan cantik tetapi ia bukan kebahagiaan hakiki.Ramai manusia menyangka apabila mereka kembali kepada Allah, mereka akan terpenjara dan hidup terkongkong kerana dikawal oleh peraturan-peraturan Allah. Sedangkan ianya merupakan satu kunci untuk roh bebas terbang kepada Allah SWT. Apabila mereka menjauhkan diri atau melanggar peraturan-peraturan Allah dan menurut akal mereka, sebenarnya mereka menguncikan diri mereka di dalam sangkar.

Inilah hakikat kehidupan manusia. Sehinggalah mereka dapat melihat ketika menghadapi sakaratul maut, baru mereka akan sedar. Ketika itu, ia sudah tidak berguna lagi.Apabila seseorang itu mencintai harta, maka dia akan menjadi hamba kepada harta. Kalau dia mencintai pangkat, dia akan menjadi hamba kepada pangkat itu. Begitu juga, mencintai kaum keluarga, sanak saudara atau lain-lainnya, maka jadilah dirinya hamba kepada apa yang dicintainya. Sebaliknya, sesiapa yang mencintai Allah, dia akan bermujahadah dengan hawa nafsunya dan membebaskan diri dari belenggu yang mengikat rohaninya untuk mencintai Allah. Hanya kekasih Allah-lah memiliki hati yang mencintai-Nya, sentiasa mengingati-Nya, mencintai akhirat dan menangis kerana takut kepada-Nya. Pecah tumit kakinya kerana berdiri di malam hari menghadap Allah dengan rasa kehambaan. Perasaan kecintaan dan kehambaan yang tinggi kepada Allah menyebabkannya mengambil kehidupan dunia dengan amat sederhana.

Islam telah berjaya menguasai dunia dan menjadi model kepada kehidupan manusia. Islam telah menjadi kuasa yang amat ditakuti dan disegani kerana bukan sahaja menjadi contoh dalam aspek kerohanian tetapi juga dari segi akhlak peribadi dan pendidikan anak-anak. Rumahtangga orang Mukmin tertumpu kepada tujuan mencari cinta Allah. Suami menjadi pemimpin isteri, manakala isteri menjadi penasihat kepada suami dan mendidik anak-anak. Malah Islam telah berjaya melahirkan generasi contoh dalam pengurusan kehidupan manusia seperti dalam urusan ekonomi, politik, pentadbiran negara, intelektual, sosial dan sebagainya. Generasi ini menterjemahkan Islam yang syumul secara praktikal dan membincarakan permasalahan kehidupan manusia seperti kesucian diri dari hadas kecil hingga kepada kesucian pentadbiran negara dan dunia.

Sesungguhnya tidak ada jalan lain untuk melahirkan kembali generasi contoh yang hebat ini melainkan mengikuti kembali jalan-jalan mereka, peribadi, akhlak, ibadah, mujahadah dan pengorbanan jihad mereka. Mereka telah dididik oleh Rasulullah SAW dengan keimanan makrifatullah, keimanan yang hakiki. Diwajibkan ke atas mereka melakukan Qiamullail untuk melahirkan kecintaan kepada Allah, hati yang hidup dengan Allah. Mereka ditarbiyah dengan sentiasa membaca Al-Quran dan menghadiri majlis-majlis tazkirah untuk melahirkan dan menguatkan perasaan cinta kepada Allah. Kecintaan mereka ialah kecintaan kepada hati yang dzauq dan tubuh badan yang sihat. Segalanya berpunca dari hati sebab itu hati mestilah diutamakan dalam pendidikan manusia.
waallahualam..
www.mahabbatullah.co.cc

Rabu, 05 Mei 2010

KISAH ORANG BERNAMA TUAN "Z"

 
Ada seorang pegawai negeri yang berada di gedung, lantai 26. Tiba tiba ada yang berteriak,"Tuan Z…! Tuan Z…! anak perempuanmu mati tertabrak mobil!!"
Pegawai negeri itu kaget dan langsung melompat dari lantai 26. Saat tubuhnya melewati lantai 14, ia baru sadar kalau ia tak punya anak perempuan. Saat melewati lantai 5, ia baru sadar kalau ia belum menikah, apalagi punya anak perempuan. Saat sampai tanah, ia baru ingat kalau namanya itu bukan TUAN Z.
Adaptasi dari sumber: Nadya Anwar, Ketawa.com

Nah, apa yang sebenarnya terjadi pada Tuan Z? Emosikah? Panikkah? atau Linglungkah? Apakah kita juga pernah seperti dia walau kejadiannya tidak seekstrem itu? Apa implikasinya? (1) jangan panik ketika memeroleh berita duka apapun khususnya yang menyangkut keluarga sendiri; (2) harus jelas apakah informasi itu benar adanya; (3) siapa sumber informasinya; (4) kalau sudah diketahui sumbernya dan informasi itu benar maka bersikaplah tenang menghadapinya; dan (5) segeralah mengambil tindakan secepatnya dan jika dianggap perlu meminta bantuan kepada pihak-pihak terkait.

Sumber : ronawajah.wordpress.com

Selasa, 27 April 2010

EMPAT KUNCI KETENANGAN HIDUP

  

" Aku bisa tenang menjalani hidup ini karena 4 hal.
Pertama, aku tahu bahwa rezekiku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang.
Kedua, aku tahu bahwa tugasku tidak akan dikerjakan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya.
Ketiga, aku tahu bahwa Alloh selalu meilhatku, maka aku malu jika aku menjatuhkan diriku dalam lumpur dosa. Dan
Keempat, aku tahu bahwa ajal itu pasti datang, maka aku selalu bersiap-siap menantinya."

(Al Imam Hasan Al Bashri)

Rabu, 14 April 2010

Penyebab Kegagalan Orang Pintar

 


Seperti halnya kesuksesan, setiap orang pun bisa mengalami kegagalan! Tak terkecuali orang-orang jenius yang kecerdasannya
mendekati sempurna. Karena, memang tak ada jaminan bahwa orang pintar akan selalu sukses.

Makanya, jangan heran, jika Anda menemui rekan sekolah Anda yang dulu dikenal pandai dan cerdas namun akhirnya hanya
merutuki nasib karena masa depannya yang suram! Apa penyebabnya? Di luar nasib dan faktor 'lucky', banyak hal yang bisa
memicu kegagalan orang-orang pintar. Namun berdasarkan wawancara dan survei yang dilakukan pada 200 orang pintar di Amerika,
ada enam hal penting penyebab kegagalan bagi mereka. Coba simak:

* Kurang ketrampilan sosial
Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis Anda, Anda tetap perlu memiliki intelegensi sosial, seperti kemampuan
mendengarkan, peka terhadap perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik. Orang yang memiliki intelegensi
sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi sosial bisa diperoleh
dengan banyak berlatih.

* Tidak cocok
Sebuah kesuksesan memerlukan kecocokan antara kemampuan, bakat, kepentingan, keinginan, kepribadian, dan nilai-nilai dalam
pekerjaan Anda. Bila Anda merasa tidak cocok, maka jangan ragu untuk meninjau perilaku pekerjaan dan menyesuaikan atau
mengubah pekerjaan Anda selama ini. Bagi beberapa orang, pokok persoalannya adalah seberapa besar resiko yang berani diambil.

* Tidak ada komitmen
Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah akan memperbesar kemungkinan gagal. Suatu tujuan perlu dibarengi tekad, semangat,
dan komitmen yang kuat untuk mencapainya. Kurangnya penghargaan pada diri sendiri merupakan penyebab dasar kegagalan. Untuk
bisa ambil bagian dalam sukses, Anda harus yakin bahwa Anda bisa melakukannya.

* Kurang fokus
Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya tidak melakukan satu pun dengan baik. Fokuskan kembali
diri Anda pada apa yang paling baik dilakukan. Sadarilah keterbatasan Anda, tetapkan prioritas, dan susun organisasi usaha
Anda.

* Kurang menyadari rintangan
Kadang, banyak rintangan tersembunyi yang sulit diperangi. Umur, diskriminasi jenis kelamin dan ras merupakan jenis rintangan
yang sering tidak disadari. So, Anda harus meninjau kembali, berdasarkan analisa yang benar mengenai situasi, untuk merebut
kembali kontrol atas kehidupan dan masa depan Anda.

* Kemalangan
Siapapun tidak bisa menolak adanya takdir, entah itu takdir baik atau buruk. Dan siapa pula yang bisa menolak ketika
kemalangan itu harus Anda alami? Seandainya ini terjadi, yang harus Anda lakukan, jangan menyalahkan diri sendiri! Ingat,
meski tak bisa menolak kemalangan itu, namun selalu ada jalan untuk memperbaikinya.

Pada akhirnya, kegagalan bukanlah 'jalan buntu' untuk mencapai sukses. Kesempatan datang silih berganti. Jika hari ini Anda
gagal, mungkin besok Anda akan sukses. Jika Anda mampu berpikir jernih mengenai kegagalan dan menyadari bahwa dalam hidup
ini selalu ada pilihan, Anda akan bisa menyikapi sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berharga. Ingat, tak ada orang yang
 lebih bodoh selain tidak bisa memetik pelajaran dari sebuah kegagalan.

Selasa, 13 April 2010

TIps memulai pekerjaan

Memulai Sebuah Pekerjaan  
   
Segala pekerjaan tidak pernah lebih sulit daripada kelihatan- nya, bila anda
telah mulai mengerjakan. Letakkan satu langkah kaki di depan langkah kaki yang
lain. Ambil selembar kertas dari tumpukan, dan mulailah bekerja. Mulailah gali,
dan jangan berhenti. 

Jangan cari kenyamanan, tetapi buatlah kenyamanan. Rasakan kepuasan dan
pencapaian saat apa yang anda kerjakan telah selesai.

Tidak peduli apa yang anda kerjakan, berikan perhatian penuh, dan berikan yang
terbaik. Jangan terpikir untuk memberikan yang sempurna. Cukup yang berharga
dan berguna. Nikmati dan hargai kerja anda. Banggalah karena anda
mengerjakannya.

Pekerjaan yang anda kerjakan, apapun pekerjaan itu, adalah sebuah kesempatan.
Kesempatan bagi anda untuk membuktikan orang macam apakah anda. Kesempatan
untuk menciptakan sebuah perbedaan. Kesempatan untuk menghargai diri anda, dan
orang di sekitar anda.