Masukan Kata kunci

Selasa, 27 April 2010

EMPAT KUNCI KETENANGAN HIDUP

  

" Aku bisa tenang menjalani hidup ini karena 4 hal.
Pertama, aku tahu bahwa rezekiku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang.
Kedua, aku tahu bahwa tugasku tidak akan dikerjakan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya.
Ketiga, aku tahu bahwa Alloh selalu meilhatku, maka aku malu jika aku menjatuhkan diriku dalam lumpur dosa. Dan
Keempat, aku tahu bahwa ajal itu pasti datang, maka aku selalu bersiap-siap menantinya."

(Al Imam Hasan Al Bashri)

Rabu, 14 April 2010

Penyebab Kegagalan Orang Pintar

 


Seperti halnya kesuksesan, setiap orang pun bisa mengalami kegagalan! Tak terkecuali orang-orang jenius yang kecerdasannya
mendekati sempurna. Karena, memang tak ada jaminan bahwa orang pintar akan selalu sukses.

Makanya, jangan heran, jika Anda menemui rekan sekolah Anda yang dulu dikenal pandai dan cerdas namun akhirnya hanya
merutuki nasib karena masa depannya yang suram! Apa penyebabnya? Di luar nasib dan faktor 'lucky', banyak hal yang bisa
memicu kegagalan orang-orang pintar. Namun berdasarkan wawancara dan survei yang dilakukan pada 200 orang pintar di Amerika,
ada enam hal penting penyebab kegagalan bagi mereka. Coba simak:

* Kurang ketrampilan sosial
Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis Anda, Anda tetap perlu memiliki intelegensi sosial, seperti kemampuan
mendengarkan, peka terhadap perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik. Orang yang memiliki intelegensi
sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi sosial bisa diperoleh
dengan banyak berlatih.

* Tidak cocok
Sebuah kesuksesan memerlukan kecocokan antara kemampuan, bakat, kepentingan, keinginan, kepribadian, dan nilai-nilai dalam
pekerjaan Anda. Bila Anda merasa tidak cocok, maka jangan ragu untuk meninjau perilaku pekerjaan dan menyesuaikan atau
mengubah pekerjaan Anda selama ini. Bagi beberapa orang, pokok persoalannya adalah seberapa besar resiko yang berani diambil.

* Tidak ada komitmen
Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah akan memperbesar kemungkinan gagal. Suatu tujuan perlu dibarengi tekad, semangat,
dan komitmen yang kuat untuk mencapainya. Kurangnya penghargaan pada diri sendiri merupakan penyebab dasar kegagalan. Untuk
bisa ambil bagian dalam sukses, Anda harus yakin bahwa Anda bisa melakukannya.

* Kurang fokus
Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya tidak melakukan satu pun dengan baik. Fokuskan kembali
diri Anda pada apa yang paling baik dilakukan. Sadarilah keterbatasan Anda, tetapkan prioritas, dan susun organisasi usaha
Anda.

* Kurang menyadari rintangan
Kadang, banyak rintangan tersembunyi yang sulit diperangi. Umur, diskriminasi jenis kelamin dan ras merupakan jenis rintangan
yang sering tidak disadari. So, Anda harus meninjau kembali, berdasarkan analisa yang benar mengenai situasi, untuk merebut
kembali kontrol atas kehidupan dan masa depan Anda.

* Kemalangan
Siapapun tidak bisa menolak adanya takdir, entah itu takdir baik atau buruk. Dan siapa pula yang bisa menolak ketika
kemalangan itu harus Anda alami? Seandainya ini terjadi, yang harus Anda lakukan, jangan menyalahkan diri sendiri! Ingat,
meski tak bisa menolak kemalangan itu, namun selalu ada jalan untuk memperbaikinya.

Pada akhirnya, kegagalan bukanlah 'jalan buntu' untuk mencapai sukses. Kesempatan datang silih berganti. Jika hari ini Anda
gagal, mungkin besok Anda akan sukses. Jika Anda mampu berpikir jernih mengenai kegagalan dan menyadari bahwa dalam hidup
ini selalu ada pilihan, Anda akan bisa menyikapi sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berharga. Ingat, tak ada orang yang
 lebih bodoh selain tidak bisa memetik pelajaran dari sebuah kegagalan.

Selasa, 13 April 2010

TIps memulai pekerjaan

Memulai Sebuah Pekerjaan  
   
Segala pekerjaan tidak pernah lebih sulit daripada kelihatan- nya, bila anda
telah mulai mengerjakan. Letakkan satu langkah kaki di depan langkah kaki yang
lain. Ambil selembar kertas dari tumpukan, dan mulailah bekerja. Mulailah gali,
dan jangan berhenti. 

Jangan cari kenyamanan, tetapi buatlah kenyamanan. Rasakan kepuasan dan
pencapaian saat apa yang anda kerjakan telah selesai.

Tidak peduli apa yang anda kerjakan, berikan perhatian penuh, dan berikan yang
terbaik. Jangan terpikir untuk memberikan yang sempurna. Cukup yang berharga
dan berguna. Nikmati dan hargai kerja anda. Banggalah karena anda
mengerjakannya.

Pekerjaan yang anda kerjakan, apapun pekerjaan itu, adalah sebuah kesempatan.
Kesempatan bagi anda untuk membuktikan orang macam apakah anda. Kesempatan
untuk menciptakan sebuah perbedaan. Kesempatan untuk menghargai diri anda, dan
orang di sekitar anda.